is it all about money?
4 November 2008
Ehem.. terinspirasi menulis tentang masalah ini ![]()
Tanpa disadari mungkin pelan-pelan ketergantungan terhadap uang semakin naik alias ‘ketagihan’.. semuanya udah pakai perhitungan.. mau ini dan itu butuh duit.. dan akhirnya pola pikir kita pun terpatok hanya seputar uang saja, ada orang yang minta tolong mikirnya ada uang atau tidak, mau sedekah pun mikir berkali-kali.. astaghfirullah..
Ya, memang kita butuh uang.. but it’s not worth that much!!.. hingga mengikis habis sifat tulus dan ikhlas. Angan-angan telah meracuni pikiran kita dan terlalu banyak keinginan menyebabkan lupa bersyukur.
Jika masih hidup sendiri dan mempunyai penghasilan 2 - 3 jt perbulan atau lebih lalu anda masih mengeluh?
Kang Idin, petugas cleaning service di kampus.. sejak subuh sudah membersihkan kamar mandi, nyapu, ngepel dan semua harus udah rapih sebelum mahasiswa pada datang. Entah dia digaji berapa, namun yang saya tahu dia punya tanggungan istri dan anak. Senyum ikhlasnya membuat saya kagum ketika dia dimintai tolong nganterin galon air dari rektorat dengan imbalan 5000 rupiah.
Ada lagi cerita seorang wanita di Makassar, bekerja sebagai tukang becak untuk menghidupi keluarganya karena ayah dan ibunya tidak bekerja. Dia menerima berapapun yang diberikan oleh penumpangnya, bahkan ada yang sering berutang kepadanya. Ketika ditanya mengapa ia menjadi tukang becak, “Yang penting halal pak”.
Bandingkan dengan beberapa kasus yang terjadi seperti demo karena gak diterima jadi CPNS (mungkin karena sudah bayar mahal ke orang ‘dalam’), ada lagi yang mengerahkan massa untuk membuat kerusuhan karena gak lolos seleksi PILKADA (mungkin karena sudah mengeluarkan banyak biaya untuk kampanye dan membayar pendukung).
Terlalu sering melihat ke atas, membanding-bandingkan dengan yang penghasilan atau jabatannya lebih tinggi hanya akan membuat semakin lupa untuk bersyukur dengan apa yang telah dimiliki.
Tidak melarang untuk menjadi kaya dan hidup sejahtera berkecukupan. Tapi, berusahalah berniat menjadi orang yang berguna dengan cara yang baik sehingga dapat membantu orang lain. Karena jika dengan memakai cara yang kotor ujung-ujungnya pasti akan merugikan orang lain, apalagi diri sendiri.
Kita butuh uang, tapi bedakan antara kebutuhan dan angan-angan.
ps: ada teman yang bilang kalo urusan kekayaan lihatlah ke bawah agar tetap bersyukur, tapi kalo urusan ilmu harus selalu melihat ke atas agar tidak pernah puas dengan ilmu yang ada.

, supaya bisa bersedekah lebih juga 



